DJADIN MEDIA- Persepsi publik terhadap komedian Sule kembali berubah setelah dinamika kasus yang melibatkan Teddy mencuat ke ruang publik. Sejumlah pengamat menilai, reaksi emosional Sule pada masa lalu kini dipahami dalam konteks tekanan personal yang berat saat itu.
Persepsi lama vs konteks personal
Pada periode sebelumnya, Sule sempat disorot karena dinilai sensitif saat menjadi bahan candaan dalam sesi roasting bersama Kiki Saputri serta momen emosional dalam talkshow yang menghadirkan Shandy Aulia.
Seiring waktu, sejumlah pihak menilai respons tersebut berkaitan dengan kondisi rumah tangga yang tengah dilanda masalah.
“Publik kerap menilai dari potongan peristiwa. Ketika konteks personal terungkap, penilaian itu bisa berubah,” ujar pengamat komunikasi publik yang enggan disebutkan namanya.
Dampak pada karier dan citra publik
Sorotan tajam media pada masa itu disebut berdampak pada menurunnya intensitas penampilan Sule di televisi. Narasi yang berkembang menempatkannya sebagai figur yang mudah tersulut emosi, meski sebagian kalangan menilai ia sedang berada dalam tekanan psikologis.
Kini, perubahan persepsi publik terlihat dari meningkatnya simpati terhadap perjalanan pribadi dan profesionalnya. Pengamat hiburan menilai, ketahanan menghadapi tekanan menjadi faktor yang memperkuat citra Sule di mata penggemar.
Rekonstruksi citra dan penerimaan publik
Perkembangan terbaru membuat publik melihat kembali rangkaian peristiwa lama secara lebih utuh. Dalam perspektif ini, sikap yang sebelumnya dipandang berlebihan dinilai sebagai respons manusiawi terhadap situasi sulit.
Sejumlah pengamat menyebut fase tersebut sebagai proses rekonstruksi citra, ketika figur publik mendapat kesempatan untuk menjelaskan konteks di balik reaksi yang pernah menuai kontroversi.***

