DJADIN MEDIA- ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni memastikan kesiapan penuh menghadapi Angkutan Lebaran 2026 di lintasan Pelabuhan Bakauheni – Pelabuhan Merak. Sebanyak 57 kapal disiagakan untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran guna memastikan perjalanan penyeberangan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di Aula VVIP ASDP Bakauheni, Kamis (5/3/2026), bersama insan media yang tergabung dalam Jurnalis Sahabat ASDP Bakauheni.
Posko Angkutan Lebaran Dibuka 13–31 Maret 2026
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026.
Menurutnya, seluruh aspek operasional, keselamatan pelayaran, hingga pengaturan lalu lintas kendaraan telah disiapkan secara terintegrasi.
“Kami memastikan kesiapan layanan lintasan Merak–Bakauheni berjalan optimal, mulai dari operasional kapal, keselamatan, hingga pengaturan arus kendaraan sehingga perjalanan mudik masyarakat bisa lebih tertib dan lancar,” ujar Partogi Tamba.
Ia menambahkan, ASDP juga akan membuka Posko Angkutan Lebaran 2026 mulai 13 hingga 31 Maret 2026 untuk memantau seluruh aktivitas penyeberangan selama periode mudik dan arus balik.
Kendaraan Logistik Dialihkan ke Pelabuhan Alternatif
Dalam skema Angkutan Lebaran 2026, ASDP akan menerapkan pembagian golongan kendaraan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama.
Beberapa jenis kendaraan yang dapat melalui Pelabuhan Bakauheni antara lain pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, kendaraan pickup, serta bus penumpang.
Sementara kendaraan logistik seperti truk akan dialihkan ke pelabuhan alternatif, yakni Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Pelabuhan Wika Beton, dan Pelabuhan Sumur Makmur Abadi.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni selama puncak arus mudik.
Penumpang Diprediksi Capai 1,37 Juta Orang
Partogi Tamba mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu total penumpang, termasuk yang berada di dalam kendaraan, mencapai 1.253.272 orang. Tahun ini diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1.376.970 orang atau naik sekitar 2,11 persen,” jelasnya.
Sementara jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang menyeberang juga diprediksi naik dari 313.550 unit pada tahun lalu menjadi sekitar 319.915 unit atau meningkat 1,99 persen.
ASDP Siapkan 7 Dermaga dan Terapkan Tarif Tunggal
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP Bakauheni menyiapkan tujuh dermaga operasional, termasuk dua dermaga eksekutif.
Selain itu, pada periode arus balik akan diterapkan skema single tarif atau tarif tunggal, di mana tarif dermaga eksekutif disamakan dengan dermaga reguler.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 23 hingga 29 Maret 2026.
“Dengan tarif tunggal ini, distribusi kendaraan di dermaga diharapkan lebih merata sehingga antrean di dermaga eksekutif bisa dihindari,” kata Partogi.
Puncak Arus Mudik Diprediksi 18–19 Maret
ASDP memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 26 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, ASDP telah menyiapkan fasilitas pelayanan sesuai standar dari Kementerian Perhubungan, baik di atas kapal maupun di area pelabuhan.
“Kami memastikan fasilitas pelayanan bagi pengguna jasa penyeberangan tetap terjaga demi kenyamanan masyarakat selama mudik Lebaran,” pungkas Partogi Tamba.***

