DJADIN MEDIA- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah tetap berjalan hingga menjelang Lebaran di tengah wacana penghematan bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah. Sejumlah kalangan mempertanyakan konsistensi kebijakan pemerintah, terutama ketika program MBG tetap berjalan penuh sementara langkah efisiensi anggaran negara sedang dipertimbangkan.
Isu ini mencuat setelah muncul kritik dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan pengamat kebijakan publik, yang menilai perlu adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Kritik Mahasiswa terhadap Program MBG
Sejumlah kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang menilai implementasi program tersebut perlu diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam tata kelola anggaran negara.
Menurut sejumlah mahasiswa, program MBG memiliki tujuan yang baik dalam meningkatkan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Namun pelaksanaannya dinilai harus tetap memperhatikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Beberapa pihak juga menyoroti keterlibatan sejumlah pelaku usaha dalam pengelolaan dapur MBG yang disebut-sebut mengelola lebih dari satu unit dapur produksi dalam skema percepatan distribusi program.
Pekerja Dapur MBG Keluhkan Beban Kerja
Selain kritik dari kalangan mahasiswa, sejumlah pekerja di dapur MBG juga menyampaikan keluhan terkait jadwal kerja yang tetap berjalan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Beberapa pekerja mengaku tetap bekerja memasak untuk program MBG pada pertengahan Maret meskipun mendekati periode libur Lebaran.
“Kami tetap bekerja karena dapur MBG harus tetap berjalan. Namun kami belum mendapat informasi apakah ada Tunjangan Hari Raya atau tidak,” ujar salah satu pekerja dapur MBG yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pekerja mengenai perlindungan kesejahteraan tenaga kerja yang terlibat dalam operasional program tersebut.
Perbandingan dengan Wacana Penghematan BBM
Di sisi lain, pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah langkah efisiensi energi menjelang periode Lebaran, termasuk wacana penghematan BBM.
Kondisi ini kemudian memunculkan perdebatan publik terkait prioritas kebijakan pemerintah antara efisiensi anggaran negara dan keberlanjutan program sosial.
Sejumlah pengamat menilai bahwa program MBG tetap penting sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat.
Pelaksanaan Program MBG di Daerah
Di beberapa daerah, implementasi program Makan Bergizi Gratis juga menuai perhatian masyarakat terkait variasi menu yang disajikan.
Di Bandar Lampung misalnya, masyarakat sempat menyoroti menu makanan yang dianggap kurang variatif dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, pemerintah menyatakan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta memperkuat ketahanan sumber daya manusia.
Evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut juga terus dilakukan untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.***

