DJADIN MEDIA- Seorang nelayan dilaporkan terjatuh dari kapal saat melaut di perairan sekitar wilayah PGN Pertamina, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026) malam.
Korban diketahui bernama Selamet (50), warga Bandar Lampung. Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat kapal ikan Wahana Kaya berangkat dari Pandeglang, Banten menuju perairan Lampung Timur untuk mencari ikan.
Keesokan harinya, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, korban bersama anak buah kapal lainnya tengah menyortir hasil tangkapan di bagian depan kapal. Namun, beberapa saat kemudian korban tidak lagi terlihat dan diduga terjatuh ke laut tanpa diketahui rekan-rekannya.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Polairud setempat dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 32,32 mil laut.
Setibanya di lokasi pada Minggu pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, serta nelayan setempat langsung melakukan pencarian. Operasi dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area yang telah ditentukan berdasarkan titik koordinat.
Namun, proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk yang disertai hujan dan gelombang laut, sehingga operasi dihentikan sementara pada sore hari.
Sekitar pukul 18.30 WIB, tim SAR menerima informasi dari kapal tugboat yang melintas bahwa korban terlihat mengapung sekitar 10 mil laut ke arah tenggara dari lokasi awal kejadian. Tim SAR gabungan kemudian segera bergerak menuju titik tersebut.
Korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi pada pukul 20.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Labuhan Maringgai untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi,” ujar Rezie, Komandan Pos SAR Bakauheni di lokasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 21.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keselamatan saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

