DJADIN MEDIA- Pemerintah Kabupaten Pringsewu kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif pemerintah daerah dalam mendorong perluasan digitalisasi dan elektronifikasi transaksi keuangan daerah.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Alex Kurniawan, yang mewakili Kepala Perwakilan BI Bimo Epyanto, kepada Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Kamis (30/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Alex Kurniawan menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang lebih modern, transparan, dan efisien. Ia berharap capaian yang diraih Kabupaten Pringsewu tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan.
Menurutnya, penerapan transaksi digital memberikan berbagai manfaat nyata, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Selain mempermudah proses pembayaran tanpa harus membawa uang tunai, sistem digital juga mampu mempercepat layanan serta meningkatkan akuntabilitas keuangan.
“Transaksi digital menghadirkan kemudahan bagi masyarakat karena bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, sistem ini juga menciptakan jejak data yang rapi, sehingga memperkuat pengendalian dan mengurangi potensi kebocoran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alex menekankan bahwa optimalisasi digitalisasi keuangan daerah juga berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta efisiensi dalam belanja pemerintah.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyambut baik penghargaan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong digitalisasi di lingkungan pemerintah daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri. Justru, penghargaan ini harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Capaian ini harus menjadi standar baru yang kita jaga bersama. Bahkan ke depan harus kita tingkatkan, agar seluruh potensi daerah, khususnya pajak dan retribusi, dapat dioptimalkan secara maksimal,” ujar Riyanto.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh perangkat daerah dalam mendukung transformasi digital, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Menurut Riyanto, digitalisasi tidak hanya sekadar perubahan sistem, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, pemerintah daerah dapat lebih leluasa dalam merancang program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan kinerja yang solid dan langkah yang tepat, kita optimistis kemandirian fiskal daerah bisa semakin kuat, sehingga pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Pringsewu,” tambahnya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Pringsewu terus berbenah dalam mengikuti perkembangan teknologi, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. Ke depan, diharapkan inovasi dan digitalisasi yang telah berjalan dapat terus dikembangkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.***

