DJADIN MEDIA- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Timur.
Tercatat dalam berkas Evaluasi Rancangan Perda Lampung Timur Tentang APBD 2026 yang tertuju untuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pemkab Lampung Timur tak mampu merealisasi target sejak tahun 2023-2025.
Tahun-tahun itu, merupakan rentang waktu PKB mendominasi kemenangan Pilkada maupun Pileg.
PKB hanya kalah 1 kursi dari PDI Perjuangan pada pileg 2019-2024, namun M. Dawam Rahardjo yang merupakan kader partai berbasis agama tersebut duduk sebagai Bupati.
Tapi dengan basis kemenangan eksekutif dan berada di posisi kedua di legislatif, realisasi PAD dari dominasi politik PKB untuk Pemkab Lampung Timur pada tahun 2023 selisih ratusan miliar rupiah.
Dari target Rp235.659.159.420, Pemkab Lampung Timur di bawah Dawam hanya mampu merealisasi PAD Rp196.136.238.928 saja.
Begitu juga pada tahun 2024. Dari target Rp228.056.655.257, kader PKB dan Pemkab Lampung Timur hanya mampu merealisasi PAD sebesar Rp207.567.574.087.
Dinamika politik pada pemilu 2024-2029 kemudiam berubah.
PKB mengusung kader perempuannya yang disebut-sebut masih satu keluarga dengan bupati sebelumnya dan Wagub Gubernur Lampung yakni Chusnunia Chalim dan Jihan Nurlela.
Ya, siapa lagi kalau bukan Ela Siti Nuryamah. Dengannya, PKB menguasai eksekutif dan 12 kursi legislatif.
Akan tetapi pada tahun pertamanya memimpin, meski mendapat dukungan politik luar biasa– Ela Siti Nuryamah dan PKB tak jauh beda dengan Dawam Rahardjo yang saat itu kalah 1 kursi dari PDI Perjuangan.
Dari target PAD Rp277.980.466.486, Pemkab Lampung Timur hanya mampu merealisasi Rp170.463.138.639.
Di tahun 2026 ini, target PAD Lampung Timur tercatat Rp331.504.592.531.
Mampukah Ela Siti Nuryamah dengan dominasi PKB di legislatif mendongkrak Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lampung Timur?
Tentu ini menjadi kajian penting, karena berdasarkan telisik literasi digital– PKB sudah menduduki kursi bupati Lampung Timur saat kabupaten itu didirikan pada tahun 1999. ***

