DJADIN MEDIA- Program pembangunan 200 Jembatan Gantung Garuda tahap II oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat resmi diluncurkan secara nasional pada Senin (9/3/2026). Peluncuran tersebut dilakukan secara terpusat oleh Kepala Staf TNI-AD, Maruli Simanjuntak.
Salah satu jembatan yang termasuk dalam program tersebut berada di atas aliran Sungai Way Sekampung, Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Jembatan ini menghubungkan Pekon Yogyakarta dengan Pekon Sukoharjo IV di Kecamatan Sukoharjo.
Peresmian Jembatan Garuda di Pringsewu dilakukan oleh Pangdam XXI Radin Inten, Kristomei Sianturi, yang ditandai dengan pengguntingan pita bersama Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas.
Jembatan Garuda kedua di Provinsi Lampung
Dalam sambutannya, Pangdam XXI Radin Inten Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa Jembatan Garuda di Pekon Yogyakarta merupakan jembatan kedua yang dibangun melalui program tersebut di Provinsi Lampung.
Sebelumnya, jembatan serupa juga telah dibangun di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda di Pringsewu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“TNI-AD melalui Kodam XXI Radin Inten siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Informasikan kepada kami pekon mana yang membutuhkan akses jembatan seperti ini,” ujar Kristomei Sianturi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Akses baru bagi mobilitas masyarakat
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyebut peresmian Jembatan Garuda di Pringsewu menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Pekon Yogyakarta dan Pekon Sukoharjo IV.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjawab penantian panjang masyarakat yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih aman di atas Sungai Way Sekampung.
“Program ini adalah bukti nyata kepedulian TNI-AD dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja keras serta gotong royong antara TNI dan masyarakat,” kata Riyanto Pamungkas.
Ia menambahkan bahwa Jembatan Garuda di Pringsewu tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi sarana penting untuk meningkatkan mobilitas warga.
Manfaat ekonomi dan pendidikan
Keberadaan Jembatan Garuda di Pringsewu diyakini akan memperpendek waktu tempuh masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Bagi sektor pendidikan, jembatan tersebut memungkinkan anak-anak dari kedua pekon dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman dan cepat. Sementara di sektor ekonomi, akses baru ini akan mempermudah distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta peternakan masyarakat.
“Dengan terhubungnya Pekon Yogyakarta dan Pekon Sukoharjo IV, kita berharap roda perekonomian masyarakat akan bergerak lebih cepat,” ujar Riyanto.
Peresmian Jembatan Garuda di Pringsewu juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada lansia dan kaum dhuafa.
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat yang turut menyaksikan peresmian infrastruktur tersebut.***

