• Biolink
  • Djadin Media
  • Network
  • Sample Page
Saturday, February 14, 2026
  • Login
Djadin Media
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Djadin Media
No Result
View All Result
Home Daerah

Dari Keterbatasan ke Panggung Sastra: Perjalanan Fitria Novita Rahma Menghidupkan Puisi

MeldabyMelda
January 15, 2026
in Daerah
0
Dari Keterbatasan ke Panggung Sastra: Perjalanan Fitria Novita Rahma Menghidupkan Puisi

DJADIN MEDIA- Suasana Teater Tertutup Taman Budaya Lampung berubah menjadi hening penuh perasaan saat penyair muda asal Desa Palas Jaya, Fitria Novita Rahma, melantunkan puisi pembuka dalam acara Bedah Buku Kota Kelabu, Kamis (15/1/2026). Dengan suara tenang namun menghunjam, Fitria menghadirkan puisi yang bukan sekadar rangkaian kata, melainkan kesaksian hidup tentang luka, ketabahan, dan harapan yang bangkit dari keterbatasan.

Penampilan Fitria menjadi salah satu momen paling emosional dalam agenda sastra tersebut, sekaligus menegaskan bahwa sastra Lampung terus melahirkan suara-suara baru yang autentik dan menggugah.

Puisi sebagai Suara Kehidupan dari Palas Jaya

Berasal dari Desa Palas Jaya, Lampung Selatan, Fitria Novita Rahma tumbuh jauh dari hiruk-pikuk pusat kesenian. Namun, keterbatasan geografis tak membatasi kedalaman batinnya dalam meresapi kehidupan.

Puisi yang ia bacakan pada Bedah Buku Kota Kelabu menggambarkan perjalanan manusia menghadapi kehilangan, keterasingan, dan upaya berdamai dengan keadaan. Penonton larut dalam suasana, menyimak setiap bait yang terasa jujur dan personal.

Banyak hadirin menilai, kekuatan puisi Fitria terletak pada kejujuran pengalaman hidup yang ia sampaikan tanpa berlebihan, tetapi tepat mengenai rasa.

Luka, Kecelakaan, dan Jalan Sunyi Menuju Sastra

Di balik penampilannya yang tenang di atas panggung, Fitria menyimpan kisah hidup yang tidak ringan. Sebuah kecelakaan besar pernah mengubah jalan hidupnya secara drastis. Peristiwa itu memaksanya berhadapan dengan kenyataan baru yang penuh keterbatasan, sekaligus ujian mental dan emosional.

Dalam kondisi itulah, puisi hadir sebagai ruang penyembuhan. Kata-kata menjadi tempat Fitria menumpahkan rasa sakit, ketakutan, hingga harapan yang perlahan ia bangun kembali.

“Puisi membuat saya bisa berbicara tanpa harus menjelaskan segalanya,” ungkap Fitria usai tampil.

Peran Pendamping: Pemulihan yang Menyentuh Batin

Proses bangkit Fitria tidak berjalan sendiri. Ia didampingi Mardiah Ningsih, seorang praktisi kesehatan yang berperan penting dalam pemulihan fisik dan mentalnya. Pendampingan tersebut bukan sekadar hubungan profesional, tetapi berkembang menjadi ikatan empati dan kepercayaan.

Mardiah memastikan Fitria tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga kembali percaya pada dirinya sendiri dan pada mimpi-mimpinya.

“Pemulihan itu bukan hanya soal tubuh, tetapi soal keyakinan bahwa hidup tetap bermakna,” kata Mardiah.

Bedah Buku Kota Kelabu dan Ruang Aman bagi Penyair Muda

Acara Bedah Buku Kota Kelabu menjadi ruang aman bagi para penulis dan penyair muda Lampung untuk menyuarakan pengalaman hidup mereka. Forum ini tidak hanya membedah karya secara akademis, tetapi juga merayakan proses kreatif yang lahir dari pergulatan personal.

Kehadiran Fitria Novita Rahma memperkaya diskusi, menunjukkan bahwa sastra mampu menjembatani pengalaman individu dengan kesadaran kolektif.

Sastra sebagai Jalan Hidup dan Perlawanan Sunyi

Bagi Fitria, puisi bukan sekadar karya seni, melainkan jalan hidup. Melalui sastra, ia memperjuangkan hak untuk bersuara, untuk dilihat, dan untuk diakui sebagai manusia seutuhnya.

Dari Palas Jaya hingga panggung Taman Budaya Lampung, perjalanan Fitria menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Justru dari luka itulah lahir puisi yang jujur, kuat, dan menggetarkan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: * Bedah Buku Kota Kelabu* Puisi dan KetabahanFitria Novita RahmaPenyair Muda LampungRegenerasi SastraSastra LampungTaman Budaya Lampung
Previous Post

Keluarga Isbedy Stiawan ZS Satukan Generasi di Panggung Sastra Lampung

Next Post

Panen Raya UPT Pemasyarakatan 2026, Lapas Kalianda Tampilkan Komoditas Unggulan

Next Post
Panen Raya UPT Pemasyarakatan 2026, Lapas Kalianda Tampilkan Komoditas Unggulan

Panen Raya UPT Pemasyarakatan 2026, Lapas Kalianda Tampilkan Komoditas Unggulan

Facebook Twitter

Alamat Kantor

Perumahan Bukit Billabong Jaya Blok C6 No. 8,
Langkapura, Bandar Lampung
Email Redaksi : lampunginsider@gmail.com
Nomor WA/HP : 081379896119

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In