DJADIN MEDIA – Seorang guru dari salah satu SMA di Bandar Lampung mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan aktivasi Program Indonesia Pintar (PIP) di cabang BNI setempat pada Senin (29/12/2025). Guru tersebut mengaku mendampingi puluhan siswa sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WIB, namun mendapatkan pelayanan yang dirasa kurang profesional dari teller bank.
Menurut guru yang meminta identitasnya dirahasiakan, teller BNI menolak melayani aktivasi PIP dengan alasan sudah lelah karena antrian panjang sejak pagi. “Alasannya sangat membuat kami kecewa. Apa karena ini bantuan yang notabene untuk orang kurang mampu, sehingga dia berujar demikian. Kalau dia lelah, kami juga lelah. Malah saya nemenin murid antri di sini dari jam 7 pagi, tapi dia seenaknya bilang lelah,” ujarnya.
Guru tersebut menilai sikap teller yang mengungkapkan kelelahan masih pukul 14.30 WIB menunjukkan pelayanan yang kurang optimal. Lebih dari itu, teller dikabarkan sempat meminta security untuk “mengamankan” guru yang mendampingi siswa, sehingga menimbulkan ketegangan dan ketidaknyamanan di dalam kantor BNI tersebut.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme pengambilan dan aktivasi PIP yang masih bersifat manual dan mengandalkan antrian fisik panjang. Para peserta PIP, termasuk guru dan orang tua, berharap pihak BNI dan pemerintah segera mengevaluasi sistem agar lebih efisien dan tidak memberatkan penerima bantuan. Hal ini dianggap penting untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
“Seharusnya ada sistem terjadwal atau online untuk mengurangi kerumunan dan mempermudah siswa maupun pendampingnya. Tidak seharusnya pelayanan bantuan pendidikan menimbulkan ketegangan,” tambah guru tersebut.
Selain itu, insiden ini juga menimbulkan sorotan publik mengenai profesionalitas layanan bank BUMN terhadap program sosial pemerintah. Publik berharap pihak manajemen BNI dapat memberikan pelatihan atau pengaturan ulang shift teller agar siap melayani layanan prioritas seperti PIP, khususnya saat puncak distribusi.
Dengan evaluasi dan perbaikan sistem yang tepat, diharapkan aktivasi PIP bisa berjalan lebih lancar, siswa tidak lelah menunggu, dan guru maupun orang tua merasa nyaman dalam mendampingi. Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan BNI untuk menunjukkan komitmen pada pelayanan publik yang efisien dan humanis.***
Source:
ALFARIEZIE

