• Biolink
  • Djadin Media
  • Network
  • Sample Page
Tuesday, January 13, 2026
  • Login
Djadin Media
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Djadin Media
No Result
View All Result
Home Daerah

Jalan Edeilweis dan Etika Menempuh Ketidakpastian

MeldabyMelda
December 30, 2025
in Daerah
0
Muhammad Alfariezie, Penyair Muda Lampung yang Kritik Doa dan Materialisme

DJADIN MEDIA- Puisi Jalan Edeilweis karya Muhammad Alfariezie menghadirkan refleksi tentang perjalanan manusia dalam menghadapi pengetahuan, risiko, dan keterbatasan makna, dengan “perjalanan” sebagai metafora utama yang bersifat eksistensial dan epistemologis. Puisi ini tidak sekadar dibaca sebagai ekspresi personal penyair, melainkan sebagai sikap kritis terhadap cara manusia memahami dunia dan kebenaran.

Sejak larik pembuka, “Pelan-pelan kita jalan hingga sampai”, penyair menempatkan subjek kolektif “kita” dalam proses yang lambat dan penuh kehati-hatian. Kata “pelan-pelan” menandai kesadaran bahwa perjalanan menuju tujuan—baik pengetahuan, kebenaran, maupun keadilan—tidak pernah instan. Namun, kata “sampai” segera digugat oleh larik berikutnya: “Di sana, bisa mati”. Di titik ini, tujuan tidak lagi romantik, melainkan sarat risiko dan kemungkinan kehilangan.

Gunung dan danau yang digambarkan “berlimpah sumber daya” menghadirkan paradoks. Di satu sisi, ia merepresentasikan harapan: kesejahteraan, pengetahuan, atau kebenaran yang dijanjikan. Di sisi lain, ia berdiri berdampingan dengan kematian. Edeilweis, bunga yang sering diasosiasikan dengan keabadian dan kemurnian, justru tumbuh di “sisi belukar”. Metafora ini menegaskan bahwa makna dan nilai tidak ditemukan di ruang aman, melainkan di wilayah yang sulit, rawan, dan penuh ketidakpastian.

Puisi ini juga mengandung kritik tajam terhadap pengetahuan abstrak. Larik “dalam peta, hanya sebatas simbol dan logika” menolak klaim bahwa realitas dapat sepenuhnya dipahami melalui representasi formal. Peta, sebagai simbol ilmu dan kebijakan, kerap mengabaikan kenyataan lapangan yang dinamis: sungai bisa banjir atau mengering, dan hidup tidak selalu tunduk pada perhitungan rasional.

Dalam konteks ini, penyair menyebut figur “jurnalis dan peneliti atau polisi” sebagai simbol praksis sosial. Mereka adalah representasi profesi yang dituntut untuk turun ke lapangan, menembus belukar, dan berhadapan langsung dengan risiko. Namun tugas mereka bukan menemukan kebenaran final, melainkan “mengungkap skeptis”—membuka keraguan terhadap narasi mapan dan klaim yang terlalu pasti.

Bagian akhir puisi memperdalam refleksi eksistensial. “Bicara bayang” menggambarkan diskursus yang berputar di wilayah wacana tanpa pijakan konkret, sementara “ajal terlalu liar untuk diterjemah” menegaskan batas mutlak bahasa dan logika. Ada realitas—terutama kematian—yang tidak pernah sepenuhnya dapat dijelaskan.

Secara keseluruhan, Jalan Edeilweis adalah puisi sikap. Ia tidak menawarkan solusi atau jawaban, tetapi menegaskan etika keberanian: keberanian untuk berjalan, meragukan, dan menghadapi risiko. Puisi ini mengajak pembaca memahami bahwa kebenaran tidak lahir dari jarak aman, melainkan dari kesediaan menempuh jalan terjal, meski konsekuensinya adalah ketidakpastian itu sendiri.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Analisis PuisiJalan EdeilweisKritik SosialMetafora PerjalananMuhammad AlfarieziePuisi IndonesiaSastra Kontemporer
Previous Post

Guru Kecewa, Layanan Aktivasi PIP di BNI Bandar Lampung Dipertanyakan

Next Post

Romantisme Garuda Pasca Shin Tae-yong, Tantangan Besar John Herdman

Next Post
Romantisme Garuda Pasca Shin Tae-yong, Tantangan Besar John Herdman

Romantisme Garuda Pasca Shin Tae-yong, Tantangan Besar John Herdman

Facebook Twitter

Alamat Kantor

Perumahan Bukit Billabong Jaya Blok C6 No. 8,
Langkapura, Bandar Lampung
Email Redaksi : lampunginsider@gmail.com
Nomor WA/HP : 081379896119

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In