DJADIN MEDIA- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda mulai menerapkan sistem transaksi non tunai dengan menyosialisasikan sekaligus mendistribusikan kartu BRIZZI kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat (6/3/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan pemasyarakatan yang lebih transparan, aman, dan tertib.
Melalui program tersebut, warga binaan kini dapat melakukan berbagai transaksi di lingkungan lapas menggunakan kartu BRIZZI, tanpa lagi menggunakan uang tunai. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih terkontrol di dalam Lapas Kalianda.
Edukasi Penggunaan Kartu BRIZZI
Dalam kegiatan sosialisasi, petugas Lapas Kalianda memberikan penjelasan secara langsung kepada warga binaan mengenai penggunaan kartu BRIZZI. Materi yang disampaikan meliputi cara melakukan transaksi, proses pengisian saldo atau top up, hingga mekanisme penggunaan kartu untuk kebutuhan sehari-hari di dalam lapas.
Kartu BRIZZI nantinya dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di kantin serta layanan lain yang tersedia di Lapas Kalianda. Dengan sistem ini, aktivitas transaksi menjadi lebih praktis sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan uang tunai.
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menjelaskan bahwa program kartu BRIZZI merupakan langkah strategis dalam mendukung digitalisasi sistem layanan pemasyarakatan.
“Kami berharap penerapan kartu BRIZZI ini dapat memberikan kemudahan bagi warga binaan dalam bertransaksi sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan di dalam lapas,” ujar Beni Nurrahman.
Mempermudah Keluarga Warga Binaan
Selain memudahkan warga binaan, sistem transaksi non tunai melalui kartu BRIZZI juga memberi manfaat bagi keluarga yang ingin mengirimkan dana kepada kerabatnya di dalam lapas. Dengan sistem digital, proses pengiriman dana menjadi lebih cepat, aman, dan tercatat secara sistematis.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kalianda untuk meningkatkan akuntabilitas serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan uang di lingkungan pemasyarakatan.
“Ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan yang profesional, modern, dan akuntabel,” tambah Beni Nurrahman.
Dukung Digitalisasi Layanan Pemasyarakatan
Penerapan kartu BRIZZI di Lapas Kalianda merupakan bagian dari transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan. Dengan sistem transaksi non tunai, seluruh aktivitas keuangan warga binaan dapat tercatat secara jelas sehingga lebih transparan dan mudah diawasi.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi layanan publik, termasuk di sektor pemasyarakatan, agar pelayanan kepada masyarakat semakin efisien dan terpercaya.***
