• Biolink
  • Djadin Media
  • Network
  • Sample Page
Sunday, August 31, 2025
  • Login
Djadin Media
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Djadin Media
No Result
View All Result
Home Daerah

PBNU dan Akademisi UBL Serukan Perdamaian Pasca Wafatnya Driver Ojol Saat Aksi di Jakarta

MeldabyMelda
August 30, 2025
in Daerah
0
PBNU dan Akademisi UBL Serukan Perdamaian Pasca Wafatnya Driver Ojol Saat Aksi di Jakarta

DJADIN MEDIA– Rasa duka mendalam menyelimuti berbagai kalangan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang wafat ketika mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta. Peristiwa ini bukan hanya menyentuh hati keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga mengundang perhatian para tokoh nasional, termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) serta akademisi di Lampung.

Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum, Prof. Mukri, dalam pernyataannya menegaskan bahwa wafatnya Affan adalah kehilangan besar yang harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar lebih berhati-hati dan mengedepankan kedamaian dalam menyampaikan aspirasi. “Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ucap Prof. Mukri, Jumat, 29 Agustus 2025.

Ia menekankan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, dalam pelaksanaannya, semua pihak—baik peserta aksi maupun aparat keamanan—dituntut untuk menjaga ketertiban, menahan diri, serta menghindari tindakan yang bisa memicu benturan. “Kami minta aparat untuk tetap sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang merugikan semua pihak,” ujarnya.

Sebagai Ketua MUI Lampung, Prof. Mukri mengingatkan massa aksi agar tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin menciptakan kericuhan. Menurutnya, peristiwa yang menimpa Affan harus dijadikan pelajaran berharga agar hal serupa tidak terulang kembali. Ia pun menggarisbawahi arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta seluruh elemen bangsa menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan dengan cara damai. “PBNU mengajak seluruh warga NU menjadi peneduh di tengah masyarakat, jangan terprovokasi dan jangan ikut aksi anarkis,” tambahnya.

Di sisi lain, akademisi Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) yang juga Ketua Bidang Hukum Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), Dr. Zainudin Hasan, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Affan. Menurutnya, musibah ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat komitmen dalam menjaga kondusivitas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di daerah, termasuk Lampung.

“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Affan Kurniawan. Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar kita bersama-sama menjaga kondusivitas yang ada di Lampung,” jelas Zainudin.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum (APH) yang bergerak cepat melakukan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap oknum anggota yang berada di lokasi kejadian. Menurutnya, langkah tegas, cepat, dan transparan sangat dibutuhkan agar publik merasa yakin bahwa hukum benar-benar ditegakkan. “Penanganannya harus dilakukan secara cepat, tegas serta transparan agar ada kepastian hukum. Dengan begitu, masyarakat akan melihat bahwa hukum tetap ditegakkan dan keadilan diberikan,” tegasnya.

Dr. Zainudin juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya warga Lampung, agar tidak terpancing isu-isu negatif yang berpotensi memicu konflik, apalagi yang mengandung sentimen SARA seperti yang sempat terjadi di sejumlah daerah lain. Ia menekankan bahwa aksi demonstrasi mahasiswa maupun masyarakat seyogianya berfokus pada substansi kebijakan politik yang dikritisi, bukan diarahkan kepada kepentingan lain yang sarat muatan elit politik tertentu.

“Dalam aksi-aksi yang terjadi, kita harus memahami bahwa inti perjuangan mahasiswa dan masyarakat adalah menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan publik. Jangan sampai hal itu ditunggangi oleh kepentingan politik yang justru memperkeruh keadaan,” jelasnya.

Peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan kini menjadi pengingat bahwa menjaga ketertiban, kedamaian, dan persatuan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan sesaat. Para tokoh, baik dari PBNU maupun kalangan akademisi, menyerukan agar seluruh elemen masyarakat dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, memperkuat solidaritas, serta bersama-sama menciptakan suasana yang damai dan kondusif demi kebaikan bangsa.***

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: Affan KurniawanAksi Unjuk RasaOjol JakartaPBNUUniversitas Bandar Lampung
Previous Post

Perkuat Sinergi P4GN, BNNK Lampung Selatan Gandeng Berbagai Elemen Masyarakat

Next Post

Situasi Solo Memanas, Bandar Lampung Tetap Kondusif, Piala AFF Putri Kurang Mendapat Perhatian

Next Post
Situasi Solo Memanas, Bandar Lampung Tetap Kondusif, Piala AFF Putri Kurang Mendapat Perhatian

Situasi Solo Memanas, Bandar Lampung Tetap Kondusif, Piala AFF Putri Kurang Mendapat Perhatian

Facebook Twitter

Alamat Kantor

Perumahan Bukit Billabong Jaya Blok C6 No. 8,
Langkapura, Bandar Lampung
Email Redaksi : lampunginsider@gmail.com
Nomor WA/HP : 081379896119

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In