DJADIN MEDIA— Suasana penuh khidmat menyelimuti Istana Negara saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto. Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, yang juga mencakup sembilan tokoh besar lainnya dari berbagai bidang perjuangan bangsa.
Langkah bersejarah ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, terutama oleh Partai Golkar — partai yang memiliki hubungan erat dengan masa kepemimpinan Soeharto selama era Orde Baru. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak, menilai keputusan Presiden Prabowo merupakan bentuk penghormatan negara atas jasa besar Soeharto dalam membangun pondasi ekonomi dan pemerintahan Indonesia modern.
“Status pahlawan yang diberikan kepada Pak Harto adalah kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Partai Golkar. Beliau adalah figur sentral dalam sejarah perjalanan partai dan negara,” ujar Hanan A. Rozak di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Menurut Hanan, meskipun Soeharto tidak lepas dari kontroversi dan kritik, kiprahnya dalam membangun bangsa tak bisa dihapus dari sejarah. “Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Tapi di balik itu, Pak Harto adalah arsitek pembangunan nasional. Beliau berhasil menata fondasi ekonomi, menciptakan swasembada pangan, dan membangun infrastruktur hingga ke pelosok negeri,” ungkap anggota DPR RI asal Lampung itu.
Hanan menambahkan, keberhasilan Soeharto tidak hanya tercermin dari program pembangunan fisik, tetapi juga dari kebijakannya dalam memperkuat stabilitas nasional di masa-masa sulit. “Kebijakan Pak Harto membawa Indonesia keluar dari keterpurukan pasca-revolusi dan menuntun bangsa ini menuju kemandirian pangan dan kemajuan ekonomi,” tambahnya.
Selain mengapresiasi jasa besar Soeharto, Hanan juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintahan Prabowo-Gibran atas keberanian memberikan penghargaan tertinggi negara kepada 10 tokoh nasional. “Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menegaskan penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian para tokoh bangsa, khususnya Presiden RI ke-2, almarhum Jenderal Besar H. M. Soeharto,” katanya.
Dalam pandangan Hanan, keteladanan Soeharto tetap hidup di hati kader Partai Golkar. Ia mengajak seluruh kader di Lampung dan di seluruh Indonesia untuk meneladani sikap kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengabdian Soeharto kepada rakyat. “Atas nama keluarga besar Partai Golkar Lampung, kami mengajak seluruh kader untuk mengambil nilai-nilai perjuangan beliau. Soeharto adalah teladan dalam membangun dengan kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Dikenal sebagai sosok militer sekaligus negarawan, Soeharto memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI, terutama pasca peristiwa G30S/PKI tahun 1965. Tindakan cepat dan tegasnya dalam menumpas pemberontakan menjadi titik balik sejarah Indonesia menuju stabilitas nasional yang lebih kuat. Masa kepemimpinannya selama tiga dekade juga meninggalkan warisan pembangunan jangka panjang, meskipun tidak luput dari pro dan kontra.
Selain Soeharto, terdapat sembilan tokoh lainnya yang juga mendapat gelar Pahlawan Nasional pada tahun ini, masing-masing memiliki kontribusi besar di bidang perjuangan, pendidikan, dan kemanusiaan. Mereka adalah:
1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Tokoh Jawa Timur, pejuang di bidang politik dan pendidikan Islam.
2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – Tokoh Jawa Tengah, pejuang di bidang militer dan politik.
3. Marsinah – Tokoh Jawa Timur, dikenal atas perjuangannya membela hak-hak buruh dan keadilan sosial.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Tokoh Jawa Barat, pejuang di bidang hukum dan politik luar negeri.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Tokoh Sumatera Barat, pelopor pendidikan Islam bagi perempuan.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Tokoh Jawa Tengah, pejuang di bidang militer.
7. Sultan Muhammad Salahuddin – Tokoh Nusa Tenggara Barat, berperan dalam diplomasi dan pendidikan.
8. Syaikhona Muhammad Kholil – Tokoh Jawa Timur, pejuang pendidikan dan penggerak pesantren.
9. Tuan Rondahaim Saragih – Tokoh Sumatera Utara, pejuang bersenjata melawan penjajahan.
10. Zainal Abidin Syah – Tokoh Maluku Utara, pejuang politik dan diplomasi untuk kemerdekaan Indonesia.
Kesepuluh nama tersebut ditetapkan setelah melalui proses seleksi ketat dari 49 nama yang diajukan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI kepada Presiden. Penganugerahan gelar ini sekaligus menjadi momen reflektif untuk mengenang jasa para tokoh bangsa yang telah berjuang dengan cara dan bidangnya masing-masing demi Indonesia yang merdeka, maju, dan berdaulat.***

