• Biolink
  • Djadin Media
  • Network
  • Sample Page
Sunday, March 29, 2026
  • Login
Djadin Media
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Djadin Media
No Result
View All Result
Home Daerah

Solusi Konflik Gajah, Bupati Ela Dukung Pagar 138 Km dan Program Desa

MeldabyMelda
March 27, 2026
in Daerah
0
Solusi Konflik Gajah, Bupati Ela Dukung Pagar 138 Km dan Program Desa

DJADIN MEDIA- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan pentingnya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa penyangga di sekitar Taman Nasional Way Kambas yang selama puluhan tahun terdampak konflik manusia dan gajah.

Konflik Puluhan Tahun, Warga Tanggung Kerugian

Dalam Forum Rembuk TNWK, Kamis (26/3/2026), Ela menyampaikan bahwa konflik antara manusia dan gajah telah berlangsung lebih dari 40 tahun. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kerusakan lahan pertanian hingga ancaman keselamatan.

“Selama ini masyarakat belum mendapat manfaat signifikan, tetapi harus menanggung dampak konflik yang panjang,” ujar Ela.

Pendekatan Baru: Konservasi dan Kesejahteraan

Ela menilai pengelolaan kawasan konservasi tidak cukup hanya berfokus pada perlindungan satwa. Menurutnya, harus ada keseimbangan antara konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemerintah kini mendorong pendekatan baru dengan mengintegrasikan konservasi, pembangunan desa, dan skema pasar karbon. Skema ini diharapkan mampu membuka sumber pendanaan baru yang melibatkan sektor swasta dan masyarakat.

Warga Didorong Jadi Penerima Manfaat

Bupati Ela menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap program. Dengan demikian, warga tidak lagi hanya menjadi korban konflik, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi.

Ia berharap skema ini dapat menjadi solusi jangka panjang atas konflik yang selama ini menyebabkan gagal panen akibat tanaman dirusak satwa liar.

Pagar 138 Kilometer untuk Tekan Konflik

Sebagai langkah konkret, pemerintah pusat akan membangun pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di kawasan TNWK. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan usulan awal sepanjang 11 kilometer dinilai tidak cukup.

Raja Juli Antoni menyatakan bahwa konflik yang telah berlangsung puluhan tahun memerlukan solusi komprehensif.

“Kalau hanya 11 kilometer, konflik tidak akan selesai. Ini masalah yang sudah terjadi selama 43 tahun,” ujarnya.

Arah Baru Pengelolaan Kawasan Konservasi

Ela optimistis kombinasi antara pembangunan infrastruktur, skema ekonomi berbasis lingkungan, dan keterlibatan masyarakat dapat menjadi model baru pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

“Keberhasilan program ini akan menjadi penentu arah baru pengelolaan kawasan konservasi yang menyeimbangkan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.***

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: desa penyanggakonflik gajah lampungkonservasi satwaLampung Timurpasar karbonTaman Nasional Way Kambasway kambas
Previous Post

Dana Hibah Disorot, APH Didesak Awasi Penggunaan APBD Bandar Lampung

Next Post

H+4 Lebaran: Penumpang Kendaraan Pribadi Turun, Truk dan Bus Jadi Sorotan

Next Post
H+4 Lebaran: Penumpang Kendaraan Pribadi Turun, Truk dan Bus Jadi Sorotan

H+4 Lebaran: Penumpang Kendaraan Pribadi Turun, Truk dan Bus Jadi Sorotan

Facebook Twitter

Alamat Kantor

Perumahan Bukit Billabong Jaya Blok C6 No. 8,
Langkapura, Bandar Lampung
Email Redaksi : lampunginsider@gmail.com
Nomor WA/HP : 081379896119

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In