DJADIN MEDIA- Ratusan petani tebu mandiri di wilayah Way Kanan menghadapi ketidakpastian akibat tertundanya jadwal tebang dan giling. Kondisi ini memicu keprihatinan Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa (IKAM) Way Kanan.
Ketua Umum IKAM Way Kanan, Dedy Yansyah Putra, menyatakan pihaknya siap mendampingi petani dan memperjuangkan hak-hak mereka.
“Kami sangat prihatin. Ini menyangkut kehidupan banyak masyarakat. Saya siap turun langsung mendampingi petani tebu Way Kanan dan mengawal persoalan ini sampai tuntas jika memang tidak ada solusi dari pihak terkait di daerah,” ujarnya.
Penundaan tebang dan giling diduga terkait persoalan hukum yang tengah dihadapi PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI). Dampaknya, tebu milik petani yang seharusnya segera dipanen kini harus dibiarkan lebih lama di lahan, berpotensi menurunkan kadar gula dan harga jual, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan petani, yang tidak hanya menghadapi ancaman kerugian, tetapi juga ketidakpastian terhadap hasil panen yang telah dirawat selama berbulan-bulan.
Dedy menegaskan, negara tidak boleh abai terhadap persoalan ini. Ia mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.
“Jangan sampai petani menjadi korban akibat lambannya solusi. Ini harus ada langkah cepat. Kalau tidak, kami akan bergerak lebih jauh untuk memperjuangkan hak-hak mereka,” tegasnya.***

