DJADIN MEDIA- Dewan kurator, tiga sastrawan nasional yakni Nanang R Supriyatin (Jakarta), Djuhardi Basri, Isbedy Stiawan ZS (Lampung), dan Yinda Dwi Gustiara (akademisi Unila) sepakat menetapkan 20 peserta untuk mengikuti Bengkel Sastra yang ditaja Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS di Villa Dangau Kedaung, Kemiling, Bandar Lampung, 25-28 Agustus 2026.
Kegiatan yang didukung Badan Bahasa Kemendiknas RI ini diawali dengan menjaring peserta yang mendaftar melalui link yang tersedia.
Fitri Angraini, S.S., M.Pd., ketua pelaksana didampingi panitia Naya Anindya Putri, menjelaskan sebanyak 36 peserta yang terdaftar oleh panitia. “Naskah mereka diserahkan ke kurator, lalu dilakukan rapat pada Jumat 7 Agustus 2026 untuk menentukan peserta yang lolos dan ikut bengkel sastra,” jelas Fitri, yang juga Direktur Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS itu.
Sementara Nanang R Supriyatin mewakili kurator mengagakan, tugas kurator beda dengan juri. “Kurasi ini lebih memilih estetik, lokalitas atau tempatan,dan refleksi remaja,” ujar alumni Forum Penyair 87 ini..
Nanang menambahkan, membaca puisi-puisi para peserta diakuinya membanggakan.
“Saya bangga sudah nampak regenenaris dari siswa/mahasiswa/pegiat sastra di Lampung,” katanya.
Ketiga sastrawan yang menjadi kurator ini, sama-sama alumni Forum Penyair 87. “Artinya, kesenioritasan mereka di ranah sastra, khususnya puisi di Indonesia, sudah tidak diragukan,” kata Fitri lagi.
DAFTAR PESERTA LOLOS BENGKEL SASTRA 2026
1. Kota Tapis Berseri (Aulia Citra Lestari – SMAN 1 Gunung Agung)
2. Menyusuri Langit Tak Bernama (Alyaroza Nabiila Zaki – Universitas Lampung)
3. Laut Milikmu, Kasih (Nazifa Ghassani – SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro)
4. Larung Harap (Erzha Anaya Nabila Hafidh – SMAN 10 Bandar Lampung)
5. Wanita Tempat Pulang (Setiadi Rosasy, S.H. – Komunitas Advokat Menulis Indonesia)
6. Senja dan Bayanganmu (Dzafirah Adeliaputri Isbedy – SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro)
7. Jejak Langkah di Puncak Liwa (Nadia Sebrina Mutiara – Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya)
8. Kota yang Tak Mengenal Namaku (Keyza Bunga Jaya – SMAN 2 Bandar Lampung)
9. Wanita dan Sebatang Rokok (Fitri Amalia – SSJ SCTV-Indosiar Lampung)
10. Merangkai Asa Menembus Lara (Arifatul Mukaromah – Universitas Bandar Lampung)
11. Kerikil Jalan Perjuangan (Ayu Auliya – Komunitas Penulis Muda)
12. Merindukan Aku (Dwi Yulianti – Go Literasi Lampung)
13. Rumah Itu (Mutiara Nunvia – Universitas Lampung)
14. Tapisku; Bukan Sekedar Kain Biasa (Nesiya Chacha Amanda Auroh – SMAN 1 Gunung Agung)
15. Setelah Janji (Rina Riantina – Universitas Lampung)
16. Anak Kolong (Risma Pramudita – Universitas Muhammadiyah Kotabumi)
17. Terlambat (M. Ichsan Zulkarnain – Universitas Lampung)
18. Jejak yang Menjaga Waktu (Jessica Rahma Wati – Universitas Lampung)
19. Lampung yang Kaya (Nayla Ramadhani – Universitas Lampung)
20. Jejak Rasa Sai Bumi Ruwa Jurai (Alvindo Saferli – Universitas Lampung)
Ke 20 peserta tersebut layak mengikuti Bengkel Sastra bersama Ari Pahala Hutabarat (sastrawan nasional dan sutradara teater KoBer), Nanang R Supriyatin (Jakarta), Isbedy Stiawan ZS, dan Yinda Dwi Gustiara (Unila).***

