• Biolink
  • Djadin Media
  • Network
  • Sample Page
Saturday, August 29, 2026
  • Login
Djadin Media
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
Djadin Media
No Result
View All Result
Home Daerah

Bahasa Lampung di Ujung Ancaman Punah, Yinda: Harus Tetap Digunakan Sehari-hari

MeldabyMelda
August 29, 2026
in Daerah
0
Bahasa Lampung di Ujung Ancaman Punah, Yinda: Harus Tetap Digunakan Sehari-hari

DJADIN MEDIA- Akademisi Program Studi Bahasa Lampung FKIP Universitas Lampung, Yinda Dwi Gustira, prihatin penutur bahasa Lampung saat ini. Sehingga dikhawatirkan bahasa ibu masyarakat etnis Lampung terancam punah.

Hal itu ia nyatakan pada sesi alihbahahasa Bengkel Sastra 2026 ditaja Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Jumat 28 Agustus 2026.

Yinda adalah pemateri terakhir dari rangkaian Bengkel Sastra yang didukung Badan Bahasa Kemendiknas RI di Villa Dangau Kedaung. Kegiatan ini diikuti 20 peserta asal pelajar SMA, mahasiswa, dan pegiat sastra/komunitas se Lampung.

Yinda berharap agar bahasa Lampung tak terancam punah, maka pengguna atau penutur tetap menggunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap dari Prodi Bahasa Lampung Unila melahirkan pengguna dan pecinta bahasa ibu ini. Selain peran pemerintah, Balai Bahasa Lampung, dan komunitas seperti Lamban Sastra terus berjuang pentingnya penutur/pengguna bahasa Lampung.

Yinda memberi tugas para peserta untuk mentranslet puisi berbahasa Indonesia karya yang ditulis selama Bengkel Sastra ke bahasa Lampung.

Hasilnya akan dievaluasi dan kelak dihimpun dalam buku puisi dwibahasa: Indonesia-Lampung. Buku ini akan diluncurkan pada akhir September 2026.

Terpisah, ketua pelaksana yang juga Direktur Lamban Sastra Fitri Angraini, bangga dengan pencapaian yang diperoleh peserta setelah menerima materi dari penyair Isbedy Stiawan ZS, Nanang R Supriyatin, Ari Pahala Hutabarat, dan Yinda Dwi Gustira.

“Hasilnya, menurut saya memuaskan,” kata Fitri.

Para peserta, menurut dia lagi, semakin paham menulis puisi baik. “Bukan sekadar mengindah-indahkan tulisan, atau semacam catatan harian (diary),” ucap Fitri, yang juga pegiat sastra dan dosen itu.

Ke 20 peserta Bengkel Sastra 2026 ini adalah Aulia Citra Lestari, Dzafirah Adeliaputri Isbedy, Erza Anaya Nabila Hafidh, Nazifa Ghassani, Setiadi Rosasy, Fitri Amalia, Nadia Sebrina Mutiara.

Lalu, Keyza Bunga Jaya, Arifatul Mukaromah, Ayu Auliya, Dwi Yulianti, Mutiara Nunvia, Nesiya Chacha Amanda Auroh, Rina Riantiana.

Selanjutnya, Risma Pramudita, M. Ichsan Zulkarnain, Jessica Rahma Wati, Nayla Ramadhani, dan Alvindo Saferi.***

Source: ISBEDY
Tags: Bahasa Daerahbahasa lampungBengkel Sastra 2026budaya lampungIsbedy Stiawan ZSlamban sastrapuisi LampungSastra LampungUniversitas LampungYinda Dwi Gustira
Previous Post

Ari Pahala: Puisi yang Baik Harus Selaras dengan Logika dan Punya Daya Pukau

Next Post

Bakar sampah berujung petaka, rumah warga di Ambarawa Pringsewu terbakar

Next Post
Bakar sampah berujung petaka, rumah warga di Ambarawa Pringsewu terbakar

Bakar sampah berujung petaka, rumah warga di Ambarawa Pringsewu terbakar

Facebook Twitter

Alamat Kantor

Perumahan Bukit Billabong Jaya Blok C6 No. 8,
Langkapura, Bandar Lampung
Email Redaksi : lampunginsider@gmail.com
Nomor WA/HP : 081379896119

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Politik
  • Teknologi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In