DJADIN MEDIA- Kegiatan diskusi publik dan nonton bareng film Pesta Babi akan digelar berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malahayati pada 16 Mei 2026 mendatang. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.10 WIB hingga selesai di Kibara Aceh, lingkungan Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung.
Acara ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum untuk membahas berbagai isu sosial dan lingkungan hidup melalui pendekatan seni dan sinema.
Ketua penyelenggara kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, mengatakan persiapan acara saat ini hampir rampung, termasuk konfirmasi sejumlah narasumber yang akan hadir sebagai pemantik diskusi.
“Alhamdulillah persiapan kegiatan sudah menuju final, termasuk terkonfirmasinya empat dari tujuh pemantik atau narasumber yang akan hadir dalam diskusi, bahkan jumlah peserta terkonfirmasi terus bertambah,” ujar Yasir kepada awak media.
Menurut Yasir, diskusi publik dan bedah film ini bukan sekadar agenda nonton bersama, tetapi menjadi ruang edukasi masyarakat lintas generasi terkait kondisi sosial dan lingkungan yang tengah terjadi di Indonesia.
Film Pesta Babi dipilih karena dinilai mampu membangun kesadaran publik terhadap berbagai persoalan lingkungan hidup dan dampak pembangunan melalui pendekatan visual yang mudah dipahami semua kalangan.
“Film Pesta Babi dipilih karena mampu memantik kesadaran publik terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan melalui pendekatan seni dan sinema yang dapat diterima semua kalangan. Artinya ini adalah edukasi lintas generasi,” kata Yasir.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang sebagai pemantik diskusi. Di antaranya Direktur Eksekutif WALHI Lampung Irfan Tri Musri dari segmen pemerhati lingkungan, M. Arif Sanjaya Tuan Penutup Bangsorayo Sakti Negara sebagai pemerhati adat, dosen Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Mokhram Ari Arbi dari kalangan akademisi, serta Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Dian Wahyu Kusuma.
Selain itu, panitia juga masih melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak dari kalangan politikus, pemerintah daerah, hingga praktisi hukum untuk ikut terlibat dalam forum diskusi tersebut.
Presiden BEM Universitas Malahayati, Muhammad Kamal, turut memberikan apresiasi terhadap film Pesta Babi yang dinilai berani mengangkat isu lingkungan hidup dan dampak pembangunan terhadap masyarakat.
Menurutnya, film tersebut bukan bertujuan menyinggung kelompok tertentu, melainkan menggambarkan realitas persoalan lingkungan yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Film Pesta Babi adalah karya anak bangsa yang harus diapresiasi karena berani mengangkat isu yang saat ini menjadi pro dan kontra di masyarakat. Sebagian mengatakan demi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagian lain mempertanyakan siapa yang menikmati dan siapa yang terdampak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi mendatang.
“Kami ingin mengajak seluruh pemuda untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga, melestarikan, dan memelihara lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi mendatang,” tambah Kamal.
Panitia berharap kegiatan diskusi dan bedah film tersebut dapat menjadi ruang edukasi publik yang sehat, terbuka, dan membangun budaya literasi serta kepedulian sosial di tengah masyarakat dan civitas akademika.***
