DJADIN MEDIA- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, meminta seluruh SMA dan SMK di Provinsi Lampung memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga para pamong untuk mendata sekaligus mengajak anak-anak yang putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) sekaligus strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam menekan angka putus sekolah tingkat SMA/SMK sederajat yang saat ini tercatat mencapai sekitar 4.742 siswa.
“Kami meminta sekolah-sekolah untuk aktif bersosialisasi kepada camat, kepala desa, dan para pamong. Jika ada warga yang putus sekolah, silakan diarahkan untuk mendaftar pada program SMA Terbuka maupun Sekolah Jarak Jauh yang kami buka tahun ini,” ujar Thomas Amirico.
Sebagai upaya percepatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung meluncurkan dua program sekaligus, yakni Program Sekolah Jarak Jauh (PJJ) dan Program SMA Terbuka.
Untuk Program Sekolah Jarak Jauh, pemerintah telah menunjuk empat sekolah sebagai penyelenggara, yaitu SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Terbanggi Besar, SMA Negeri 1 Rawa Jitu Selatan, dan SMA Negeri Pagar Dewa, Lampung Barat.
Thomas menjelaskan, sistem pembelajaran dirancang fleksibel agar dapat mengakomodasi peserta didik yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah. Sebanyak 70 persen proses belajar dilakukan secara daring, sementara 30 persen melalui tatap muka dengan kurikulum yang telah disesuaikan.
Ia menegaskan, lulusan Program Sekolah Jarak Jauh akan memperoleh ijazah resmi dari sekolah induk tanpa adanya perbedaan dengan peserta didik reguler.
“Ijazah yang diterima adalah ijazah resmi dari SMA Negeri penyelenggara, sehingga memiliki kedudukan yang sama,” katanya.
Program tersebut diperuntukkan bagi warga berusia 16 hingga 18 tahun yang telah putus sekolah minimal selama satu tahun. Namun apabila peserta sebelumnya berhenti saat duduk di kelas XI, maka harus kembali memulai dari kelas X sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Thomas, program ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
“Program ini bukan hanya untuk masyarakat kurang mampu. Semua boleh mendaftar, baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu, selama memiliki kemauan untuk kembali bersekolah,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga akan meluncurkan Program SMA Terbuka yang dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Juli hingga Agustus mendatang.
Sebanyak 15 sekolah telah ditunjuk sebagai sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka di berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Masyarakat dapat melakukan pendaftaran di SMA terdekat di kabupaten maupun kota masing-masing. Selanjutnya, sekolah tersebut akan memberikan rekomendasi kepada sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka.
Berbeda dengan Program Sekolah Jarak Jauh, SMA Terbuka juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMP tahun ini untuk langsung melanjutkan pendidikan tanpa harus menunggu satu tahun.
Thomas berharap keterlibatan aktif pemerintah kecamatan, desa, serta perangkat pamong mampu memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat sehingga semakin banyak anak usia sekolah yang kembali memperoleh hak atas pendidikan.
“Dengan kolaborasi sekolah, camat, kepala desa, dan pamong, kami optimistis angka putus sekolah di Lampung dapat ditekan secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” pungkasnya.***

